Polreswakatobi.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Wakatobi menjadi momentum reflektif untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menegaskan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam semangat tersebut, Generasi Z (Gen-Z) dipandang memiliki peran strategis sebagai generasi digital dan kreatif yang mampu menjaga persatuan, mengembangkan inovasi sosial, serta mentransformasikan nilai kebhinekaan ke ruang-ruang baru tanpa kehilangan jati diri lokal. Selasa (16/12/2025)
Guna memperkuat semangat kebangsaan tersebut, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Kabupaten Wakatobi berkolaborasi dengan Polres Wakatobi dan BPD KKSS Kabupaten Wakatobi memfasilitasi Dialog Kebangsaan.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif lintas generasi dan lintas elemen masyarakat untuk merajut sinergi, memperkuat harmoni sosial, serta mewujudkan Wakatobi yang sentosa, aman, dan damai.
Dialog Kebangsaan ini dihadiri oleh Rektor ITBM Wakatobi Arusani, S.E., M.M., Wakil Rektor I Bidang Akademik Jumui, S.Pd., M.Si., serta perwakilan Polres Wakatobi yang diwakili oleh Kasi Humas Aiptu Asbar di Kampus ITBM Wakatobi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda.
Rektor ITBM Wakatobi Arusani, S.E., M.M., secara resmi membuka Dialog Kebangsaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, etika digital, serta kepedulian sosial. Menurutnya, Gen-Z harus menjadi agen pemersatu yang mampu menyaring informasi secara kritis dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Dialog berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa. Sri Adiyatma Artanti, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi angkatan V, mempertanyakan cara membedakan informasi yang benar dan layak dipublikasikan dengan berita hoaks yang berpotensi merusak persatuan.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya literasi digital, verifikasi sumber informasi, serta peran aktif generasi muda dalam menangkal penyebaran hoaks di ruang digital.
Sementara itu, Roly, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan angkatan VI, menyoroti pentingnya akses masyarakat terhadap kegiatan Dialog Kebangsaan dalam rangka HUT ke-22 Wakatobi guna menumbuhkan kecintaan terhadap daerah. Ia menilai bahwa keterbukaan informasi dan pelibatan publik secara luas akan memperkuat rasa memiliki serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Rektor ITBM Wakatobi Arusani, S.E., M.M., kembali menegaskan bahwa dialog semacam ini harus terus diperluas dan dikemas secara kreatif agar mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana edukasi kebangsaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Senada dengan itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Jumui, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan kebangsaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada solusi. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi duta harmoni yang menjunjung nilai toleransi, persatuan, dan cinta daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Dialog Kebangsaan ini, Gen-Z diharapkan semakin terdorong untuk berperan aktif menjaga Wakatobi yang aman dan damai. Stabilitas sosial dan keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting agar pembangunan daerah dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan bermuara pada terwujudnya Wakatobi yang sentosa.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *