Polreswakatobi.com — Kearifan lokal kembali hidup di tanah perantauan. Warga asal Soppeng–Barru, Muhammad Shadiq, S.T., menggelar prosesi adat Mappacci atau Akkorongtigi sebagai bagian dari rangkaian sakral menjelang akad nikahnya dengan Dewi Asriani, A.Md.Keb., di Kabupaten Wakatobi.
Prosesi yang menjadi warisan budaya Bugis-Makassar ini berlangsung penuh khidmat dan sarat nilai spiritual. Rangkaian acara diawali dengan appassili (mandi besar) sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin, dilanjutkan dengan appatamma’ atau khatam Al-Qur’an, sebelum memasuki inti ritual Mappacci/Akkorongtigi.
Suasana haru dan kekeluargaan begitu terasa saat keluarga besar serta kerabat kedua mempelai dari berbagai daerah, seperti Soppeng, Barru, Makassar, hingga Kota Baubau, turut hadir memberikan doa dan restu.
Dalam prosesi inti, daun pacar (pacci) disematkan di telapak tangan calon pengantin sebagai simbol kesucian, harapan, dan doa agar kehidupan rumah tangga yang akan dibangun senantiasa dilimpahi keberkahan, keharmonisan, dan kebahagiaan.
Lebih dari sekadar seremoni adat, Mappacci menjadi momentum refleksi spiritual yang mendalam.
Prosesi ini menegaskan pentingnya kesiapan lahir dan batin bagi kedua mempelai dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, dan kebersamaan.
Asbar Bilu, salah satu warga Sulawesi Selatan di Wakatobi yang turut menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa tradisi Mappacci memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat perantauan.
“Tradisi ini bukan hanya simbol adat, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan doa bersama. Di dalamnya terkandung harapan agar kedua mempelai mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab, saling menghormati, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian tradisi Akkorongtigi sebagai bagian dari jati diri budaya Bugis-Makassar, khususnya bagi generasi muda di perantauan, agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.
Dengan terselenggaranya prosesi tersebut, Muhammad Shadiq, S.T., dan Dewi Asriani, A.Md.Keb., diharapkan dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa berada dalam lindungan dan ridha Allah SWT.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *